Peta Pikiran Di-Do

by - Selasa, Januari 14, 2020

Kejutan lagi di minggu keempat ini, meski sebenarnya sempat iseng memprediksi akan kemana arah tugas jurnal minggu ketiga. Tetap saja dongeng yang disampaikan pak Dodik membuat otak nggak berhenti berpikir. Mau dibawa kemana telur orange saya?

Membuat mindmapping bukanlah hal baru buat saya Jaman mengajar dulu sering menggunakannya sebagai salah satu sarana pembelajaran. Utamanya untuk anak-anak yang dilabel "luar biasa". 

Mindmapping bisa membuat mereka melihat arah dan fokus tujuan hidup mereka. Tentu saja dalam perjalanannya ada sedikit bongkar pasang ketika menemukan jalan yang menantang untuk dihadapi.

Begitu juga saya dan suami, setiap tahun sebisa mungkin membuat gambar peta pikiran tersebut. Biasanya sebelum memasuki tahun baru Hijriyah kami sudah melakukan instrospeksi dan mengkalkulasi impian yang akan kita raih di tahun berikutnya. Hampir mendekati 50% impian itu bisa diwujudkan.

Membuat Mindmapping

Tiap orang memiliki ciri khas sendiri dalam menuangkan kecenderungan corak berpikirnya. Maka itu selalu saja unik dan menarik melihat hasil peta pikiran yang dibuat orang lain.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat membuat mindmapping ini, yaitu :

1. Judul Pembelajaran

Sebelum melangkah kita perlu memberikan Panji atau bendera sebagai identitas pembelajaran. Semacam alamat gunanya sebagai penanda apa yang menjadi semangat kita.

2. Tujuan Pembelajaran

Jelaskan ya, tiap kita melakukan sesuatu haruslah tahu tujuannya. Supaya jika saja tersesat ya bisa balik lagi.

3. Topik Pembelajaran

Ini berkaitan dengan ilmu apa saja yang ingin dikuasai. Misal jika untuk tahun ini maka sesuaikan dengan rentang setahun ingin mempelajari tentang apa saja.

4. Sub Topik

Dibedah lagi apa saja yang sudah ditetapkan pada topik tadi kebagian lebih spesifik yang masih juga jadi bagian dari topik pembelajaran yang sudah ditetapkan di awal.

5. Sub "Sub Topik" 

Jika memang dibutuhkan untuk ditambahkan, maka buat sub untuk sub topik yang sudah kita miliki.


Lalu, yang perlu diperhatikan lagi jika sepasang suami dan istri ini belum selesai dengan masalah relasi kedua belah pihak. Maka bijaksananya jika keduanya menyelesaikan konflik itu terlebih dahulu. Buat topik tersendiri hingga suatu saat ketika akan mengubah, mengurangi atau menambah apa yang sudah dituangkan dalam peta pikiran akan jauh lebih mudah.

Terakhir yang perlu diingat, beri penanda pada gambar mindmapping yang sudah dibuat itu. Mana yang harus dikejar dan diraih terlebih dahulu.

Di-Do Peta Pikiranku



Tidak ada alasan khusus  kenapa namanya proyek belajar ini namanya Di-Do. Hanya ambil sedikit ilmu cocokologi biar lebih gampang terngiang saja, supaya semangat berjuang mewujudkannya sepenuh jiwa raga. "Di" diambil dari panggilan saya sedangkan "Do" ya artinya kerjakan, lakukan. Dibuat sederhana karena nanti pas buat nama baru home teamnya bisa saling berdampingan maknanya...eaaa...

Begitulah minsmapping ala kadarnya namun ditulis dengan effort juga doa yang nggak sekedarnya. Secara keseluruhan mindmapping yang saya buat arahnya sudah sebagian besar dijelaskan pada tugas telur orange. Tujuan spesial yang semakin hari semakin kuat adalah untuk bisa dimampukan menjadi Good Influencer dengan sisa usia yang ada. 

Apapun yang saya kerjakan dengan predikat apapun yang melekat pada saya, harapan terdalamnya hal itu bisa menjadi inspirasi dan manfaat buat orang lain. Menyentuh hati dan membuka pikiran agar bisa berbuat baik bersama.

#janganlupabahagia
#jurnalminggu4
#materi4
#mindmapping
#petapikiran
#bundacekatan1
#institutibuprofesional

You May Also Like

1 komentar

  1. Semangat kakak.. cie mau jadi influencer apa selebgram 🙈🙈🙈 jadi kapan Kita mau bikin buku duet? Hehe

    BalasHapus

Terima kasih sudah berkunjung. Tiada kesan tanpa kata dan saran darimu :)



Salam kenal,


Dee.Irum