Seri Jurnal Hexagon City : Menggambar Peta Produktivitas Hidup

Selasa, 24 November 2020

Hai...hai Hexagonia!


Hujan lebat, angin kencang, udara dingin dan basah berhembus setiap hari. Butuh stamina, semangat serta energi yang tidak sedikit untuk tetap bisa melanjutkan perjalanan. Ibarat memegang kemudi kapal butuh fokus agar tetap selamat berlayar hingga tujuan.

Kurang lebih situasi di atas tidak jauh beda untuk menggambarkan apa yang sedang saya rasakan secara personal saat ini. Semesta masih menjawab niat mendapatkan Endurance sebagai karakter Hexa yang ingin saya latih. Tiga pekan di November banyak episode kehidupan luar biasa yang harus dilewati, hingga tidak terasa sudah sampai di ujung bulan ke sebelas ini.

Terbersit ingatan pada sebuah mantra motivasi dari seorang panutan saya, Buya Hamka.
"Kehidupan itu laksana lautan. Orang yang tiada berhati-hati dalam mengayuh perahu, memegang kemudi dan menjaga layar, maka karamlah ia digulung oleh ombak dan gelombang. Hilang di tengah samudera yang luas. Tiada akan tercapai olehnya tanah tepi".
Membaca dan merenungkan kalimat Buya membuat saya harus terhubung kembali pada "Strong Why" saya saat memberanikan diri memulai perjalanan ini. Saya harus menata fokus, berhati-hati dalam mengatur energi agar terus berkembang kesabarannya menghadapi apapun situasinya.

Tadinya tidak ingin menceritakan apa yang sedang saya lalui ini. Ada keraguan bagaimana jika malah membuat rasa tidak nyaman bagi tim. Namun pada akhirnya saya memutuskan untuk menjelaskan keterbatasan apa yang sedang terjadi. Berharap mendapatkan bantuan dari anggota tim agar bisa terkoneksi dengan keluarga di Co-Housing Laras Hati. Saya berpikir jika tidak disampaikan malah akan menimbulkan friksi yang membuat salah sangka.

Setelah melakukan check-in yang lebih seperti aliran rasa dan dapat tanggapan positif dari teman-teman rasanya melegakan sekali. Let's Talk! Itu merupakan mantra baru yang saya temukan dari check-in kali ini.

Lalu bersama-sama memahami materi yang di sampaikan pekan lalu dan membahas aktivitas 4E for nation. 4E adalah enjoy, easy, excellent, dan earn. Kegiatan dikatakan 'Enjoy' bila dilakukan dengan bahagia dan merasa senang. 'Easy' jika terasa mudah melakukan apapun tantangannya. 'Excellent' artinya tantangan dapat dituntaskan dengan hasil yang memuaskan. Terakhir kategori 'Earn' jika apa yang dilakukan berhasil menciptakan dampak baik bagi lainnya. Memang tinggal di Hexagon City warganya harus semakin mampu mengenali dan memilah segala langkah juga aktivitasnya agar lebih terarah. Berikut aktivitas 4E personal saya :


Kegiatan yang saya lakukan masih masuk ranah enjoy saja namun berharap semakin meningkat jadi excellent bahkan hingga earn.



Kami saling berbagi peran di antara segala macam kesibukan kami masing-masing. Saling menguatkan karena terkadang bisikan ingin menyerah datang berhembus semakin kencang. Sesederhana apapun kami berusaha belajar asertif untuk menyampaikan. Tujuannya agar dapat didiskusikan, saling colek, peduli, mengambil peran dan menawarkan bantuan agar bisa saling melengkapi.


Maka dengan pilihan peran tersebut layar yang terkembang pun makin lebar. Berharapnya mampu terus saling mengisi kemampuan diri agar bisa lebih kaya manfaat.


#zonaE
#HexagonCity
#Hexagonia
#ProjectPassion
#KuliahBundaProduktif
#InstitutIbuProfesional

Read More

Seri Jurnal Hexagon City : My Habit To Nation

Selasa, 10 November 2020

Habit adalah sesuatu yang terus kita lakukan secara berulang-ulang.  Manusia melakukannya baik secara sadar maupun tidak hingga pada akhirnya menjadi sebuah kebiasaan.


Sedikit demi sedikit dan dilakukan secara rutin akan membuat sebuah pola hidup bagi kita. Seperti yang pernah disampaikan oleh sebuah pepatah Cina sebagai berikut :
Berhati-hatilah dengan pikiran Anda, karena pikiran Anda menjadi kata-kata Anda.
Berhati-hatilah dengan kata-kata Anda, karena kata-kata Anda menjadi tindakan Anda.
Berhati-hatilah dengan tindakan Anda, karena tindakan Anda menjadi kebiasaan Anda.
Berhati-hatilah dengan kebiasaan Anda, karena kebiasaan Anda menjadi karakter Anda.
Berhati-hatilah dengan karakter Anda, karena karakter Anda menjadi takdir Anda. 
(Pepatah Cina, penulis tidak diketahui)

Oleh karena itu untuk mendukung karakter Endurance yang saya pilih di pekan sebelumnya. Saya memilih menulis bebas sebagai habit. Menulis bebas denhan media apapun, selama minimal sepuluh menit atau maksimal dua puluh menit. Saya akan lakukan selama 21 hari ke depan atau kurang lebih 3 pekan.
Apakah berhasil? Tentu saja tidak. Banyak sekali tertunda bahkan gagal menggantikannya di waktu lain pada hari itu. Masih banyak yang perlu dievaluasi agar bisa tertib dan rutin dalam menjadikan menulis bebas sebagai habit baik. Terkadang sudah ada dalam pikiran tapi selalu saja masih terdistraksi dengan hal lain yang saat ini memang sedang sangat menyita waktu, tenaga dan pikiran.

Berkaitan dengan tim terkait diskusi menetapkan milestone baik dari persiapan, pra pembukaan hingga pembukaan Happy Hexacare Festival (H2F). Kami terkendala sinyal yang utama dan jam online yang berbeda satu dengan yang lain. Memang kandang waktu serta keterbatasan jarak, aktifitas dan sinyal membuat beberapa kali komunikasi antar warga Co-housing terkendala.
Namun alhamdulillaah semua dapat terkendali dengan baik, sebab teman-teman pun saling peduli dan mengisi meski dengan kesibukan-kesibukannya yang luar biasa.


Akhirnya meski masih terus berjalan untuk menuju kesempurnaan kami berusaha berproses untuk bisa memberikan manfaat yang terbaik.


#HexagonCity

#Hexagonia

#HabittoNation

#KuliahBundaProduktif

#InstitutIbuProfesional

Read More

Seri Jurnal Hexagon City : "My Character To Nation"

Selasa, 27 Oktober 2020

Pekan ini sampai pada materi luar biasa yang mulai harus melibatkan seluruh konsentrasi diri dan juga warga Co-housing. Membahas mengenai karakter pasti tidak pernah biasa saja akan banyak proses untuk bisa mengenali dan menemukannya.

Setelah mendengar apa yang disampaikan oleh ibu dalam video materi. Pastinya terus butuh waktu buat menyepi dan bertanya-tanya pada "cermin" tentang diri ini. Seperti yang disampaikan ibu ada Karakter moral Ibu profesional yang harus kita pahami dan lakoni. Ada juga karakter kinerja pribadi yang harus kita terjemahkan untuk memenangkan proyek ini agar bisa bermanfaat luas.

Lalu, merenung sejenak untuk menentukan mana karakter kinerja dalam diri yang ingin saya garis bawahi dan tebalkan selama enam bulan ke depan. Karakter yang akan menjadi ciri dan dapat membantu proyek bersama ini menjadi kenyataan. Maka dari hasil percakapan dengan diri sendiri itu ditemukan beberapa karakter kinerja penting tersebut. Sebuah karakter yang selama ini ada namun belum maksimal melekat pada diri saya.

HEXA Character Dian Eka

Karakter yg ingin dilatih selama 6 bulan ke depan :
Endurance

Kemampuan untuk menahan stres atau apapun kondisinya, memulihkan diri dari kesulitan dan tetap melakukan yang terbaik

Character Delay :

- Focus/Self Control
- Medio Perfeksionis
- Ideation (banyak ide)

Character Risk :

- Responsibility
- Gentleness/empati

Kenapa dua hal itu karena jujur saja sering masih suka terbawa perasaan (baper) pada masalah/kesulitan pihak lain ataupun bhal lain, over thinking dan merasa bertanggungjawab untuk membantu.

Boost

Karakter yang bisa menjadi penyemanhay adalah saya senang belajar (meskipun bukan fast learner) semangat untuk mengetahui hal baru masih cukup tinggi, bersemangat dan suka menyemangati, paham akan target/rencana yang akan dimulai/capai

Hasil Diskusi Co-house Laras Hati

Tujuan Passion Project Co Housing Laras hati adalah mendirikan Hexacare Consultant & Empowerment yang Profesional dan menjawab kebutuhan Perempuan & Ibu di bidang pelayanan Psikologi & Empowerment

Impiannya HexaCare ini akan jadi ibarat sebuah konsep Rumah Besar untuk ruang tumbuh para perempuan, calon ibu & ibu. Semacam playground tempat bermain para wanita dan ibu untuk menumbuhkan rasa bahagia dengan diri dan kehidupannya. 

Memanfaatkan aneka ruang baik secara online dan atau offline untuk mengekplorasi, menemukan dan mengembangkan passionnya. Misalnya fotografi, DIY, Yoga, menulis, memasak, dan lain sebagainya sesuai kompetensi yang dimiliki.

Layanan di Hexacare :

1. Pendampingan & Konsultasi
2. Training & Edukasi
3. Eksplorasi minat dan bakat sesuai passion

Ruang lingkup yang akan digunakan di Hexacare akan lebih banyak berbasis online, sehingga perlu banyak diskusi beberapa pihak yang paham tentang IT, agar bisa diformulasikan konsepnya menjadi lebih riil.

Kami juga membahas tentang karakter yang bisa menghambat terwujudnya Hexacare ini,antara lain :

Idealis, perfeksionis, prokastinasi, tidak percaya diri, salah fokus, ideation, ingin semua dikerjakan, mudah terdistraksi, suka menunda, ritme cepat dan monoton akan mengakibatkan ketahanan melemah sehingga motivasi menurun dan tertunda pencapaian tujuan , manajemen waktu - sering menunda pekerjaan, malas memulai sesuatu, cuek.

Apa saja yang dapat membahayakan/menghalangi terwujudnya Hexacare?

Sensitivity/empathy, responsibility, Baper, Minder, pesimistic, tidak tuntas/tidak optimal dalam menyelesaikan tugas, gentleness, arranger, perbedaan pendapat dan kesibukan masing-masing anggota, ekspektasi yg berlebihan, kapasitas individu berbeda, tujuan belum seiring, kurang totalitas, malas keluar dari zona nyaman

Karakter apa saja yang dapat mempercepat terwujudnya Hexacare?

Masing-masing kami mengutarakan apa yang menjadi kekuatan kami, antara lain : 

* Creative (Mbak Apik)
* Open minded, berani mencoba hal baru (Mbak Widya)
* Empathy dan hospitality (Mbak Ika)
* Bersemangat, suka belajar, memiliki target, mau memulai (Mbak Hikmah)
* Senang belajar, bersemangat, suka menyemangati, paham akan target/rencana yang akan dimulai (Mbak Dian)
* Responsibility, Learner, Analytical, ideation, collaborator (Mbak Ulfah)
* Suka belajar, Mudah berempati, pantang menyerah dan penuh syukur (Mbak Nuni)
* Disiplin dan senang belajar yg menjadi concern (mba Farda)
empati, ingin berkarya, berbagi, bermanfaat untuk sekitar (Mbak Dewi)
* Ideation, semangat tinggi, penghayal, self motivation, optimistis, empati (Mbak Sunarni-Ummi Rizky)

Pada akhirnya diputuskan setelah diskusi untuk mengerucutkan pada 4 Character To Nation Co-house Laras Hati :
1. Endurance
Kemampuan untuk menahan stres atau apapun kondisinya, memulihkan diri dari kesulitan dan tetap melakukan yang terbaik

2. Inner Power
Kekuatan dasar atau fitrah yang ada pada tiap manusia
3. Creative
Berpikir keluar dari konsep biasanya dan memecahkan masalah dengan inovasi
4. Sincere
Melakukan segala sesuatu dengan ketulusan atau tanpa pamrih.

Begitu lah proses kami menemukan apa yang akan kami arungi di samudera menuju terwujudnya impian HexaCare. Semoga tetap membumi tanpa menyepelekan agung dan tingginya impian dan harapan kami. Insya Allah.

Doakan kami selamat berlayar sampai ke tujuan ya.

#HexagonCity
#Hexagonia
#ProjectPassion
#KuliahBundaProduktif
#InstitutIbuProfesional


Read More

5 Fakta Ciamik Tahap Bunda Cekatan menurut si Kupu-kupu Cantik

Rabu, 22 Juli 2020

Waktu demi waktu bergulir dengan cepatnya, bukan karena perputaran waktu yang berlari lebih kencang. Namun, perjalanan metamorfosis menuju kupu-kupu cantik itulah yang begitu seru hingga kami tak lagi menghitung detik per detik.

Tahapan Bunda Cekatan Batch 1 ini memang menyajikan kemasan yang berbeda. Tak hanya kemasan tetapi hidangan yang disiapkan pun selalu penuh kejutan. Mungkin kami memang sengaja dilatih untuk mengelola keterkejutan itu. Kami seolah disiapkan agar sigap dan cekatan menangkap segala momentum. Namanya juga Tahap Bunda Cekatan artinya memang sudah naik level dong cara belajarnya.


Sedikit mereviu mengapa para ibu dan calon ibu harus terus berproses yaitu agar semua perempuan tanpa terkecuali bersiap menghadapi segala kompleksitas tantangan kehidupan. Seorang Ibu sejatinya merupakan manajer dalam rumah tangganya. Ia harus belajar merdeka dan bahagia sejak dari pikirannya. Masih ingat prinsip ini kan, BeiBuns?

1. Put first thing first
2. One bite at the time
3. Delegating

Mahasiswi di Tahap Bunda Cekatan ini harus mengasah lebih tajam ketiga prinsip tersebut. Hal ini merujuk pada slogan Bunda Cekatan 'Kebanggaan Keluarga'. Bunda dan calon bunda di tahan ini harus mampu bergerak memantaskan diri untuk mencapai tujuannya.

Tahapan ini dilakoni selama 7 purnama dengan melewati semua proses metamorfosis. Mulai kelas telur-telur, kemudian kelas ulat dan naik kelas menjadi kepompong yang harus melakukan tirakat puasa hingga akhirnya menjelma menjadi kupu-kupu cantik yang terbang kesana kemari menebar kebahagiaan di taman sari.



Simaklah 5 fakta ciamik selama petualangan 7 pekan si kupu-kupu cantik berikut ini :

1. Lebih Mengenal Diri Sendiri

Sebelum memulai perjalanan peta pikiran atau mind map jadi material penting yang harus dibuat. Tentu saja ini membutuhkan kepercayaan dan penghargaan pada diri sendiri. Sejauhmana kita mengenal diri kita, apa mau kita, fokus, sasaran, serta apa tujuan hidup kita. Komunikasi jujur dengan diri sendiri sangat diperlukan untuk bisa mengenali apa yang mungkin masih tersembunyi.

2. Terencana dan Terarah

Kami dilatih untuk mampu berpikir runtut, terukur dan terarah dengan segala rencana aktivitas yang akan dilakukan.

3. Skala Prioritas

Tahapan Bunda Cekatan juga mendorong kami untuk bisa mengambil keputusan dengan cepat dan tepat sesuai skala prioritas, baik secara individual ataupun dengan tim.


4. Komitmen dan Konsistensi

Ini bagian tersulit buat saya untuk menjaga ritmenya, kadang sudah berada di titik nadir dan ingin balik kanan karena kehilangan fokus. Tapi puji syukur Alhamdulilah mendapat banyak dukungan untuk tetap menyelesaikan sampai garis finis.

Pada bagian ini yang harus dikalahkan adalah kebiasaan menunda dan berusaha menahan diri untuk tidak reaktif pada kejutan-kejutan yang ditemui selama berproses. Perlu mengatur strategi dan energi untuk selalu mampu menikmati harmonisasi ritmenya.


5. Berkembangnya Peran dan Ketrampilan Rasa

Tidak bisa dipungkiri bahwa melalui tahap-tahap di Bunda Cekatan mengembangkan peran kita sebagai perempuan, ibu dan calon ibu. Misal yang tadinya hanya sebagai bendahara atau tukang catat naik level menjadi manajer keuangan keluarga. Saya yang belum terbiasa dengan teknik konseling REBT dengan bantuan mentor mampu membedakan dan menggabungkan dengan teknik konseling CBT. Akhirnya sebagai praktisi kemampuan peran saya sebagai konselor berkembang.

Sebagai mentor saya juga melatih mengembangkan rasa dan ketrampilan untuk berbagi apa yang saya ketahui dan pelajari. Tema Konseling dan Komunikasi Asyik dengan Remaja memang unik hingga membuat saya juga harus terus mengasah literasi untuk membantu mentee menemukan apa yang dibutuhkannya. Tak segan di sela mentoring saya meminta mentor saya untuk berkenan meladeni permintaan saya untuk 'brainstroming'. Studi kasus langsung sebagai sarana pembelajaran, agar sama-sama belajar menemukan solusi mandiri.

Nah, 5 fakta ciamik ala saya sudah terungkap di sini. Bagaimana dengan BeiBuns semua? Apakah kita mendapat perasaan dan pengalaman yang sama? Semoga ada yang berbeda sih jadi saya bisa ikutan belajar lagi apa yang masih ditambahkan dari proses ini.

Lalu, apakah saya bahagia selama menjalani Tahap Bunda Cekatan? Tentu saja saya berbahagia menemukan begitu banyak cemilan di belantara ilmu. Bisa menikmati semua yang ingin kita cicip asal jangan sampai kekenyangan dan salah jalan. Kebahagiaan lain adalah menemukan saudari baru lewat Buddy System, membentuk Family Project untuk saling menguatkan ilmu yang akan dan atau sudah dikuasai, dan terakhir program mentorship. Tak henti bersyukur saya menemukan mentor dan mentee yang luar biasa. Tidak sungkan berbagi ilmu dan saling mengisi hingga melewati akhir program tersebut. Rasanya kok seperti menemukan belahan hati.. Klik!

Terima kasih mentor dan mentee kesayangan. Kohesivitas ini pula yang membuat saya bertahan hingga akhir tahapan.

Oh ya, sebagai penutup tahan Bunda Cekatan Batch 1 ini pekan kedelapan kami diminta membuat proyek keroyokan bersama regional masing-masing. Proyek itu adalah pembuatan video selebrasi. Proses kreatif pembuatan video pendek seru dengan waktu yang terbilang singkat. Mulai dari usulan konsep, siapa pemangku tanggung jawab proses pembuatannya dan sebagainya. Alhamdulillah semua Allah mudahkan. Teman-teman merujuk pada satu konsep dan Mbak Akmala dengan besar hati menawarkan diri berperan menjadi penanggung jawabnya. Masya Allah.

Setelah itu semua kami diminta untuk mengirimkan video berdurasi dua detik dengan konsep yang sudah disepakati. Wah, tiba-tiba semua antusias menggambar kupu-kupi cantik dan ucapan terima kasihnya. Waktu mengumpulkan ada yang posisi kamera terbalik, tangannya salah arah jadi harus pengambilan gambar ulang deh. Hasilnya? Ah, kami nyaris semua berkomentar jika dibuat terharu saat pertama kali melihat tayangan yang dibagi melalui WAG HIMA Ibu Profesional Semarang.

Akhirnya yang bisa saya simpulkan adalah semua akan sampai pada kesuksesan dengan definisinya masing-masing. Kuncinya adalah niat, usaha, doa dan tujuan yang jelas lakukan semuanya berulang. Boleh lelah tapi jangan berhenti melangkah.

"Latihan - Percayakan - Kerjakan - Tingkatkan - Mengulang Latihan - Percayakan kembali - Tingkatkan semua ke level berikutnya dan begitu seterusnya"

Mengapa begitu? Sebab sebagai manusia apapun predikatnya harus mampu mengembangkan perannya di manapun dia berada. Bagi saya pribadi jadi semakin memahami bahwa anugerah Allah Subhana Wa Ta'alla sudah sedemikian besarnya, hingga muncul pertanyaan kepada diri sendiri apakah cukup hanya mau bersyukur sekedarnya?

#aliranrasabuncek1
#selebrasibuncek1









Read More

Sparkling Butterfly : Pekan Ketujuh Jurnal Kupu-kupu

Selasa, 07 Juli 2020

Selamat Pagi!

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabbarakatuuh

Pekan ini adalah pekan ketujuh kupu-kupu cantik merayakan kemesraan tali kasih mentor dan mentee. Menari bersama berkeliling taman bunga dan saling berbagi manisnya putik sari.

Berbagi pengalaman, ilmu, membongkar rasa, saling merapat, menganyam cerita layaknya teman seperjalanan. Kawan yang siap sedia berbagi pelajaran hidup.

Sedari awal mentorship aku memang membuka diri hanya untuk berbagi pengalaman yang pernah dijalani selama berada di dunia konseling. Utamanya tentu tema yang aku kuasai yaitu Psikologi Pendidikan dan Remaja, sebab sungguh sejujurnya berat rasanya mengatakan diri ini sudah ahli. Masih jauh panggang dari api. Lebih nyaman bagiku untuk menggunakan kalimat lainnya.

Alhamdulillah mendapatkan kepercayaan dua mentee yang luar biasa. Naik turun hubungan kami jelas pasti ada terutama soal waktu kencan. Banyak sekali aral dalam menjalani program Mentorship. 

Selama perjalanan enam pekan rasanya memang berkejaran dengan waktu. Belum lagi ditambah dengan gawai yang memang kurang fit karena baterainya sudah aus hingga menggelembung akibat terlampau penuh dengan beban.

Minggu ini diminta untuk merayakan kebahagiaan hubungan kami selama mentoring. Surat cinta pun datang dari mentee dan mentorku. Saling menguatkan untuk lebih bersemangat menghadapi selangkah lagi program mentorship ini.

Surat cinta lebih dulu datang dari mentorku yang sabar dan telaten meladeni banyaknya pertanyaanku. Sebab terkadang masih kebingungan dengan kemiripan beberapa teori. Mau tahu isi surat cintanya? Yuk baca bersama-sama ya...

Kemajuan mentee Dian Eka
1. Mengerti aturan dan kesalahan dasar konseling
2. Memahami prinsip2 dasar REBT
3. Bsa membedakan REBT dan CBT
4. Aktif berdiskusi seputar konseling
5. Praktek sebagai klien dan mentor sebagai konselor

Sedangkan surat cinta dari kedua menteeku bisa dilihat pada gambar di bawah ini :

Bukan kelas bunda cekatan kalau tidak ada kejutan. Ternyata ada sesuatu yang makin unik di pekan ini yaitu kami harus menggambarkan suasana hati kami melalui pemilihan warna-warni yang diberikan pada sayap kupu-kupu kami. Sebuah tambahan tantangan pengalaman yang di luar kebiasaan, bukan?

Pertama sekali aku mencoba mewarnai dengan menggunakan template yang sudah disediakan. Namun, kemudian entah kenapa tidak merasakan sensasinya yang lebih berkesan maka aku hentikan saja prosesnya. Lalu mencoba mengunduh gambar dasar baru untuk diwarnai. Tetapi sama saja terasa ada rasa yang kurang.


Akhirnya aku memutuskan untuk mengambil krayon yang lama terbengkalai di rak. Mulailah aku menggambar dengan piranti seadanya dan hasil gambar yang juga ala kadarnya. Namun, entah mengapa rasanya justru hati riang gembira dan puasnya malah tiada tara. 

Tara! Jadilah 'Sparkling Butterfly', seekor kupu-kupu berwarna majemuk alias pelangi. Berwana-warni dan seolah berkilauan terbang bebas merayakan kebahagiaannya. 

Ya! Itu suasana hati saya selama belajar bersama dalam mentorship ini, baik bersama mentor dan mentee. Rasanya menyenangkan sekali mendapatkan banyak ilmu, cerita dan asupan pengalaman dari sudut pandang yang berbeda.

Terima kasih mentor dan menteeku sudah bersedia berbagi bahagia untuk dibawa terbang bebas dibirunya angkasa raya. Merdeka!

#bundacekatanbatch1
#buncektahapkupu-kupu
#terimakasihmentor
#terimakasihmentee

Read More

Cerpen Anak : Rahasia Panda

Senin, 22 Juni 2020

Dua pasang mata tampak sangat seksama mengawasi semua gerak-gerik di balik gulma dan tanaman hias yang tak begitu rimbun. Sejak tadi terlihat ada sekelebat bayangan mencurigakan. Mereka terpaku pada fokus yang sama beberapa waktu.

"Kak, kamu saja yang maju. Kakak kan lebih dulu tinggal di sini ketimbang aku", bisik salah satu dari mereka. Badannya terlihat bergoyang ragu antara langkah ingin maju dan mundur lagi.

"Selama aku hidup di sini selalu aman dan tenteram. Tidak keributan menegangkan seperti ini, jadi kenapa harus aku?", sahut salah satu yang dipanggil kakak tadi. Tampak gentar juga rupanya mungkin karena itu ia akhirnya berkilah.

Mereka saling menatap cukup lama. Bisa jadi sedang mentransfer strategi yang ada dalam pikiran mereka melalui pandangan. Percakapan itu pasti sangat rahasia. Waspada. Takut kalau makhluk yang sedang bersembunyi itu mendengarnya. Tak lama si adik lalu memberikan kode berupa kedipan. Satu...dua...tiga kali kedua mata itu berkedip.

Belum sampai terlaksana di langkah pertama. Mereka dikejutkan oleh makhluk yang benar-benar membuat merinding. Bulu-bulu di badan tegak. Menegang seluruh saraf mereka mendapati sosok yang baru pertama kali ini dilihatnya. Sontak keduanya mundur sekitar dua langkah. Walau begitu mata kakak beradik tak mau lepas dari targetnya.

"Kak Bona, mengapa ia berjalan dengan tubuhnya? Mana kakinya? Lalu itu apa yang ia bawa di atas tubuhnya? Kak...", tanya si adik berondongan.

"Ssst...dik jangan berisik! Sedari tadi aku juga mencari di mana letak kepalanya?", Bona menjawab dengan kepanikan yang kasatmata. Si adik melangkah maju perlahan. Ia sudah tak mampu lagi menahan desakan kepo dalam hatinya.

"Permisi...halo...bisa kah aku menumpang di sini? Kalian penghuni taman ini, kan? Aku... aku tidak tahu kenapa bisa sampai di sini", tiba-tiba makhluk itu bersuara penuh iba.

"Aneh sekali sampai tak tahu kenapa kamu tiba di rumah kami? Jangan bilang kamu jatuh dari langit. Sebenarnya siapa kamu?", sahut Bona ketus. Akhirnya mampu mengumpulkan keberaniannya. Bagaimanapun aku harus melindungi adikku begitu ia terus meyakinkan hatinya.

"Aku mohon kawan, ijinkan aku tinggal sementara waktu ya sampai aku menemukan jalan keluar?", kalimat permohonannya semakin memelas saja.

"Kak...sudah tak apa-apa. Kelihatannya dia tidak berbahaya", bisik adik Bona melunak.

"Kamu selalu membawa benda di atas tubuhmu itu? Kemana kaki dan kepalamu?", selidik Bona tanpa menghiraukan pertanyaan makhluk itu.

"Aku memang diciptakan Tuhan seperti ini. Ini bagian dari tubuhku berfungsi sebagai perlindungan. Coba lah mendekat. Aku tidak berbahaya untuk kalian. Tenang lah!", makhluk itu mengesot. Berusaha menggerakkan tubuhnya mendekat agar mampu memperjelas siapa dirinya sebenarnya. Apapun dia akan lakukan supaya dapat diterima di sini.

"Serius nih kalian belum pernah melihatku atau saudara-saudaraku? Kasihan sekali. Namaku Geri. Aku siput darat pemakan daun-daunan", ujar makhluk misterius itu. Nadanya sudah semakin percaya diri.


Bona dan adiknya maju serempak mendekati Geri. Mereka mengamati dengan sungguh-sungguh dari dekat. Setelah yakin Geri berkata jujur, Bona mengatakan jika ia boleh tinggal di sini selama yang ia butuhkan.

"Terima kasih kalian mau menampungku, semoga kita bisa berkawan baik", ucap Geri penuh rasa syukur. 

"Perkenalkan aku Bona dan ini adikku...", belum usai Bona memperkenalkan diri sudah dipotong oleh sang adik yang sedari tadi tak sabar ingin bicara.

"Halo, Geri. Salam namaku Panda penghuni generasi ketiga di rumah ini. Senang sekali punya teman baru", sahut Panda kegirangan.

"Panda? Bona? Nama kalian aneh...ha..ha..ha", Geri terbahak-bahak tak bisa menahan tawanya.

"Ada yang salah? Tertawamu itu yang aneh sekali", ujar Panda tersinggung. 

"Kalian memang makhluk berkaki empat kurang piknik! Aku akan ceritakan pengalaman dan pengalamanku sebelum terjebak di taman sempit beratap genting ini. Aku senang berpetualang merambah tembok satu ke tembok lain. Sesekali aku mencuri dengar apa yang mereka obrolkan. Aku senang menguping saat mereka sedang belajar", seloroh Geri sedikit sombong.

"Aku yakin manusia pemilik rumah ini yang memilihkannya. Kalian tahu? Panda itu di negara asalnya, Tiongkok, berarti kucing...iya kucing tapi bukan seperti kalian. Kucing Beruang Besar begitu mereka menyebutnya", Geri menjelaskan dengan sungguh-sungguh.

"Panda punya nama latin juga yaitu Ailuropoda melanoleuca, artinya kaki-kucing hitam-putih. Hmm..sepertinya aku jadi tahu kenapa kamu diberi nama Panda...he he he...bedanya makanan kegemaran mereka itu bambu, bukan daging atau ikan segar seperti kalian," kembali Geri tertawa terkekeh-kekeh.

Bona melirik ke arah Panda yang masih terkejut mendengar fakta namanya. Kepalanya sibuk sendiri dengan sejumlah pertanyaan. "Pasti adiknya kebingungan, tapi aku pun jadi penasaran kenapa aku bernama Bona. Apakah aku harus bertanya juga pada Geri?". 

Di sisi yang lain Panda masih tidak percaya apa yang barusan ia dengar. Penuturan Geri begitu meyakinkan. Hatinya diselimuti kegamangan. 

"Ternyata...aku Panda, bukan panda"
Read More

Sebuah Cerpen Anak : Doa-Doa Lelembut

Sabtu, 20 Juni 2020

Sebuah kabar tersebar di sebuah desa yang terletak jauh dari hiruk pikuk kehidupan manusia terdapat keluarga tak biasa. Pedesaan itu sangat jauh di bahu gunung terbesar di pulau ini.

Kita butuh setidaknya lebih dari tiga jam untuk bisa mencapainya dengan kendaraan kecil. Menempuh jalanan batu terjal, sempit dan berkelok-kelok. Melewati hutan yang daunnya masih rapat dan lebat. Kurang tampak di sisi jalanan itu. Membuat siapapun yang tak bernyali tak akan pernah sudi datang kemari.

Tak banyak rumah tinggal di desa itu, paling berkisar kurang dari lima belas gubuk kayu sederhana berjejer berjauhan letaknya. Keluarga yang tengah jadi perbincangan itu tinggal di rumah paling ujung dari perkampungan itu.

Ayah, Ibu dan seorang gadis kecil kira-kira usianya belum genap enam tahun tinggal di bangunan mungil yang tampak sangat asri. Si gadis itu sibuk mengejar kelinci yang berlarian di pelataran. Ayam-ayam yang sedang asyik mencari sarapan pun kaget ikut riuh berlarian. Ayahnya hanya tertawa melihat tingkah anak semata wayangnya itu.

"Lelembut, sudah Nak mereka jangan digoda. Itu lihat kasihan kan mereka ketakutan?", seru ayahnya sambil tetap berjongkok entah sedang mempersiapkan apa.

"Aah...Ayah mereka itu sedang bergembira", sahut Lelembut tetap saja menggoda kawanan peliharaannya. Tiga ekor kambing yang sedang merumput pun tampak ikut gelisah jikalau sebentar lagi mereka jadi sasaran gadis periang itu.

Ya namanya memang Lelembut, bukan Sheila, Santi atau Cindy seperti nama anak sebayanya. Nama itu memang sengaja dihadiahkan orang tuanya sebagai doa supaya buah hati tercintanya lembut hati. Memiliki kekayaan hati dari kelembutannya.

Tuhan mengabulkan doa mereka, Lelembut tumbuh menjadi gadis yang cantik, riang dan sangat lembut. Langkah kakinya sangat lembut bahkan ketika ia berlari-lari seperti tadi getarannya langkah tetap terasa senyap.

Sejak kecil ia gemar menemani ayahnya pergi masuk jauh ke dalam hutan mencari ranting-ranting untuk kayu bakar. Ibu melepas mereka dengan senyuman bahagia dan menantinya dengan setia.

Selama berpetualang Lelembut memiliki kebiasaan mengumpulkan barang-barang yang ia temui di jalanan. Sudah banyak temuan yang ia jadikan koleksi di kamarnya. Ayah hanya tersenyum melihat polah tingkahnya mengamati dari kejauhan dengan perasaan berbunga-bunga.

"Ayah, lihat ada yang terluka! Dia pucat dan lemas sekali.. Ayo Ayah kita bawa pulang saja", pinta Lelembut dalam tangisan kepanikan. Seekor kelinci terlihat kepayahan bertahan hidup. Ayah menuruti permintaan Lelembut. Segera ayah membuka baju luar untuk membungkus kelinci itu, menggendongnya dan setengah berlari mereka pulang. Lelembut tahu ayah bisa diandalkan. Ia bergegas berlari mengikuti langkah ayahnya.

Sesampainya di rumah ayah dibantu ibu berusaha semampunya menolong kelinci malang itu. Lelembut komat-kamit membaca doa yang ia bisa. Bersyukur pada akhirnya kelinci itu bisa diselamatkan dan sekarang menjadi sahabat karibnya. Ia beri nama Gobang.

Ternyata saat itu Gobang tak sengaja menelan plastik yang dibuang sembarangan oleh manusia, hingga ia mengganggu pencernaan dan napasnya. Tak berselang lama ayahnya membawa pulang musang yang terluka moncongnya karena kaleng bekas. Lelembut sedih bukan main.

Sejak itu Lelembut selalu meminta ayah agar ia boleh menemani masuk ke hutan. Justru ayah dan ibu bahagia dan bersukacita menyambut niat mulia anaknya. 

Tak jarang wadah kain yang Lelembut bawa kelebihan muatan. Kalau sudah begini ia akan tersenyum sangat manis agar ayah segera turun tangan.  Mengurangi beban karung Lelembut, lalu mengikat sisanya jadi satu dengan ranting-ranting pohon yang dikumpulkannya. Senyuman cerah merekah dari bibir Lelembut, bangga sekali ia pada ayahnya. Pahlawan dalam hidupnya.

Barang-barang yang dipungutnya adalah barang spesial yang ditinggalkan manusia ketika melakukan perjalanan mendaki ke puncak. Sudah tak terhitung 'harta karun' yang ia simpan dibrankas khusus buatan ayahnya. Tentu saja semua sudah dicuci bersih. Kata ibu semua itu dilakukan supaya tidak menyebabkan penyakit.. 

Sisir, botol beling berbagai bentuk, bungkus mie, kantong plastik bening juga warna-warni sudah tak terhitung lagi koleksinya. Tiap tiga pekan ayahnya harus ke kota untuk menukarkan barang-barang itu. Jika tidak pasti gudang jadi semakin sesak 

Semula ayah lakukan diam-diam takut Lelembut kecewa karena semua harta karun itu merupakan untaian doa-doanya untuk dunia.  Ibu bilang kepada kalau Ayah tetap harus jujur, maka dipanggil lah Lelembut diberikan penjelasan. 

Usai bercerita ayah memberikan semua uang hasil penukaran koleksi Lelembut. Tak hanya itu kejutan dari ayah berupa celengan kura-kura istimewa berwana merah kekuning-kuningan, membuat Lelembut girang bukan kepalang. Semangatnya menari-nari di awang-awang seperti kunang-kunang.

Kini celengannya sudah semakin berat, Lelembut pun berandai-andai ingin membeli sesuatu. Impiannya sejak dulu.

Apakah itu? Adakah yang tahu?
Read More