Refleksi Diri : Menguji Nyali dan Meraih Kesadaran Diri ( Jurnal Minggu Ke-7 Bunda Cekatan Batch 1)

by - Selasa, Maret 03, 2020


Aih, sudah jurnal minggu ke-7 saatnya merebahkan badan sejenak dan membongkar ranselnya. Si Ulil butuh rehat agar tetap sehat di hutan pengetahuan yang lebat, jangan sampai tersesat! Perjalanan telah ditempuh sekian lama dan senantiasa menyisakan cerita hebat.

Si Ulil ini menyadari membongkar diri sendiri atau mau mengakui potensi kekuatan dan kelemahan diri bukan perkara mudah. Butuh nyali untuk merefleksikan diri, alih-alih pembenahan diri malah mengajukan pembenaran atas apa yang sudah kita lakukan. Tantangan itu yang kerap kali muncul memang harus hati-hati.

Mulai lah Ulil membuka lagi peta yang telah dibuatnya di awal perjalanan. Menyegarkan ingatan dan menemukan kembali tujuan awal petualangan. Ulil lega ternyata selama ini ia masih pada titik-titik destinasi yang telah ditentukannya. Meski sesekali harus berteduh dan mencari suasana baru Ulil tetap fokus pada tujuannya.

Makanan utama di Public Speaking tak pernah kekurangan bahkan terus bertambah karena beberapa teman baru yang ia jumpai memberikannya hadiah impiannya. Cemilan tak banyak ia bawa karena ranselnya sudah nyaris penuh sesak. Ya, Ulil ini memang tidak mudah fokus pada banyak hal semua berdasarkan prioritas. Sebab, jika ia menuruti keinginannya untuk melakukan semua hal bisa pusing sendiri karena hasilnya bisa jadi tak sesuai skala harapannya.

Makanan utama yang Ulil dapatkan selain dari keluarga utamanya di Public Speaking, yaitu Innerchild, Manajemen waktu, Literasi dan Fotograf/Videografi. Masing-masing didapatkan dari hadiah dan melihat dari Go Live. Meski nggak selalu tuntas melihat dari awal hingga akhir dalam satu waktu, Ulil berusaha berkali-kali mengunjungi dan mengunyah lumat makanannya dengan baik. Maklum saja rentang konsentrasi sudah sangat berbeda bagi Ulil saat ini hi hi hi... 

Cemilan yang menarik perhatian Ulil adalah Developer Caterpillar, Seni Olahraga dan Herbal, Sustainable Living. Mengapa? Sebab tema ini bagi Ulil menarik tapi belum menjadi prioritas utama saat ini. Dikerjakan tapi sambil melakukan hal lainnya.

Lalu apa refleksi belajar si Ulil selama ini?

Pertama, Ulil merasa sudah mendapatkan makanan utama yang ia cari dalam keluarga Getar Suara (Public Speaking) Kedua, Ulil lebih besar mendapatkan makanan utama ketimbang cemilan karena sedari awal ia berusaha benar untuk menerapkan mindset 'Mindfulness' saat berpetualang dalam rimba pengetahuan. Ketiga, banyak pengetahuan dan wawasan baru yang lebih membahagiakannya adalah mendapatkan pengalaman dari banyak perspektif yang dibagikan teman-teman barunya. Keempat, tentunya belajar dengan merdeka itu yang strategi paling membahagiakan. Memerdekakan bahagia dalam belajar, saling berbagi ilmu, saling menjadi guru sekaligus juga murid. Tentunya kemerdekaan yang tetap mengedepankan tanggung jawab serta kesadaran, bukan kebahagiaan semu yang kebablasan. Kelima, jika ada yang ingin diperbaiki Ulil ini adalah kemampuan mengatur waktu serta paling utama adalah segera mengaplikasikannya alias DOING alias beraksi. Kalau terlalu lama mengendap ilmu yang sudah dikumpulkan ini tentu bisa saja satu saat menguap tanpa sempat jadi manfaat.

Begitu kisah si Ulil ini di jurnal Minggu ke tujuhnya, perjalanan dan petualangannya belum berakhir. Apakah ia akan berhasil menjelma menjadi kupu-kupu yang menawan pada akhirnya atau .... Ah sudah lah mari berharap, berusaha dan berpikir yang terbaik saja.

You May Also Like

0 komentar

Terima kasih sudah berkunjung. Tiada kesan tanpa kata dan saran darimu :)



Salam kenal,


Dee.Irum