Jejak-Jejak Sajak Kehidupan

by - Kamis, Oktober 25, 2018

Kawanan nyamuk semakin malam semakin  menggila. Suara dengungannya juga terdengar lebih kencang beberapa malam ini. Saling bersahutan terdengar dari rumah tetangga, suara sengatan raket listrik penangkap nyamuk. yang mengenai sasarannya. Nyamuk yang tersengat raket itu tentu saja tak mungkin selamat. Itu pertanda akhir masa hidupnya.
Hmm... lingkaran putaran waktu memang teka-teki misterius. Tak ada yang pernah mengerti kapan masa kesempatan harus berlalu; terbang mengangkasa seperti debu terbawa angin. Kita memang benar-benar bukan pemilik waktu.


Tantangan Hari Keempat



Ah ya...hari ini tantangan hari keempat, bicara tentang portofolio. Berbeda dengan subtema sebelumnya hari ini lumayan putar otak. Bingung karena jika ini dikorelasikan dengan karya...aiiih...belum ada karya yang dengan sungguh-sungguh bisa aku banggakan diblantikanya para penggiat literasi. Portofolio secara umum bisa diartikan kumpulan dokumentasi seseorang, lembaga atau perusahaan. Dokumentasi ini bisa berupa tulisan, gambar atau sumber lain yang berguna untuk mencatat rekam jejak seseorang, lembaga atau perusahaan. Catatan ini biasanya digunakan untuk mengukur kemajuan prosesnya, apakah sudah sesuai dengan target tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Mengacu pada pengertian itu, aku berpikir selain foto aku punya  apa? sepertinya aku mulai sekarang harus mengumpulkan data catatan dokumentasi pendukung lainnya.
Lalu rekam jejak apa yang sudah berhasil aku kumpulkan? Jika ini terkait dunia literasi, kebanggaan pada karyaku baru muncul melalui skripsi yang kutulis bertahun-tahun silam. Ah ya meski tersebar diberbagai sobekan kertas dan banyak yang belum dirapikan. Puisi juga merupakan salah satu pintu pelarian paling favorit jika penat menghampiri. Sempat dulu pernah berharap juga satu hari satu puisiku masuk ke dalam buku antologi puisi. Tapi sebelumnya pernah punya mimpi puisi-puisiku itu terkumpul jadi satu buku. Angan ini muncul setelah baca buku kumpulan puisinya Mbak Rieke Diah Pitaloka alias mbak Oneng. Judulnya Renungan Kloset. Ah jadi melantur ceritanya he-he-he.
Satu yang pasti yang aku yakini tentang rekam jejak paling hakiki adalah mematri inspirasi positif dalam hati tiap orang yang kutemui. Agak abstrak memang, pakai tolak ukur apa keberhasilan interfensinya? Mungkin terdengar agak konyol namun begitulah yang aku pahami. Segala sesuatu yang berasal dari hati, digerakkan oleh hati akan mampu menggerakkan hati yang lain pula untuk berbuat kebaikan yang sama bahkan jauh lebih baik. Itu lah yang aku lakukan kepada anak-anak ideologisku. Bersama guru-guru kecilku aku berbagi, menitipkan banyak cerita baik, memberi teladan, dan selalu mengajak mereka berbuat hal baik. Satu hal baik yang ditularkan kepada orang lain, dan satu orang tersebut terinspirasi kemudian ia beraksi berbuat satu kebaikan lainnya. Aku masih percaya bahwa ini adalah portofolio hidup paling murni bagi diriku sampai saat ini. Terkait dengan dunia pena, tentu saja saat ini aku sedang terus berbenah dan bergegas mengejar ketertinggalanku. Tujuannya, supaya portofolio yang masih abu-abu ini menjadi semakin berwarna serta sajak-sajak kehidupan tidak terlewat diceritakan.

#WanitadanPena
#Day04
#RumbelLiterasiMedia
#IbuProfesionalSemarang

You May Also Like

2 komentar

  1. Wah mantap sekali portofolio hidupnya.. diksi yang ruarrr biasa. Semoga semakin banyak portofolio hidup yang dibangun ya mbak.

    Btw, how about the appearance of the blog? Do you like it? :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih cikgu...jgn bosen sama muridnya ini ya.. oh yeah bout the appearance I really love it..so so me,Tq 💖

      Hapus

Terima kasih sudah berkunjung. Tiada kesan tanpa kata dan saran darimu :)



Salam kenal,


Dee.Irum